#Attribution1 { display: none !important; }
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Cara Berhenti Berlangganan Paket Smartfren Connex

Cara Berhenti Berlangganan Paket Smartfren Connex

Pengalaman ini Saya alami ketika Saya mengisi pulsa Rp50.000, dan dapat bonus quota paket internet kecepatan 3,1 Mb sebesar 512 Mb selama 7 hari. Lalu permasalahannya adalah ketika bonus paket habis pada saat Saya gunakan selama sekitar 2 hari. Saya tidak dapat mendaftar paket internet yang lain selama masa tenggang tersebut belum habis atau setelah 7 hari.

Padahal Saya ada keperluan penting yang harus menggunakan fasilitas internet, dan otomatis tidak bisa menunggu selama itu.

Maka caranya adalah dengan berhenti berlangganan paket bonus quota tersebut dan mendaftar lagi paket yang lain.

Langkah yang Saya lakukan adalah:

Masuk ke dasbor Smartfren yang ada di komputer. Pilih bagian Text untuk mengirim pesan. Lalu buat pesan baru dengan memilih New seperti gambar dibawah ini.


Selanjutnya Anda isikan di bagian nomor yang akan dikirim dengan "123". Untuk pesan teksnya isikan "CONNEX OFF" lalu Send atau kirim


Setelah itu Anda akan mendapatkan kiriman sms balasan dari Smart bahwa Anda telah berhenti berlangganan paket saat ini.

Selanjutnya Anda dapat mendaftarkan paket internet yang lain.

Untuk short kode daftar paket internet saat ini, dapat Anda pilih dibawah ini.


Kamis, 19 Agustus 2010

Arek Kediri, Sukses di Negara Jepang

Arek Kediri, Sukses di Negara Jepang


INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.
Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Akhirnya ide itu muncul juga dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.
"Konsep itu saya turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian saya," kata Khoirul Anwar, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya.
Khoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.
Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).
"GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia," kata Khoirul.
Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Ia juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.
Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.
Belakangan, temuan ini ia patenkan. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.
Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.
Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi.
Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa." katanya.
***
Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. "Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri," kata Khoirul.
Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).
***
"Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun," Khoirul menjelaskan.
Yang paling besar lahir di Kawasaki, Yokohama, berusia 7 tahun. Yang kedua lahir di Nara berusia 5,5 tahun, dan ketiga juga lahir di Nara, kini berusia 4 tahun. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.
"Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak," katanya.
Malahan, Khoirul sering mengajak anak-anaknya melakukan riset kecil-kecilan di rumahnya. "Film animasi mengajarkan anak kita nilai yang harus kita pahami dalam kehidupan," kata Khoirul. Bahkan ide dan semangat baru terkadang muncul dari menonton film. "Nilai ini saya artikan bahwa tidak ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat kita sukses." kata Khoirul.(np)
By Wenseslaus Manggut
Dikutip dan diedit dari: VIVAnews.com